Ditulis oleh; Agus Supriyadi

Purwokerto, 25 Januari 2011

Whistle blower arti harfiyahnya peniup peluit, konteksnya dia menjadi orang yang membuka semua kasus yang dia tau, istilah ini sempat marak ketika kasus susno (mantan kabareskim polri). Pengungkap Informasi rahasia. Tapi definisi subtantifnya, whistle blower artinya orang yang mengungkap suatu kasus dimana dia terlibat didalamnya. Gayus merasa, dia berperan untuk mengungkap kasus pajak. Dan karenanya dia minta di perlakukan sebagai whistle blower, bukan tersangka.

Whistleblower adalah seseorang yang menimbulkan kekhawatiran tentang dugaan kesalahan yang terjadi dalam atau pemerintah atau badan pemerintah atau publik perusahaan swasta atau organisasi atau lembaga yang diharapkan, oleh masyarakat luas, harus beroperasi dalam batas-batas hukum. Dugaan pelanggaran dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, misalnya, sebuah pelanggaran terhadap hukum , aturan, peraturan dan / atau ancaman langsung terhadap kepentingan publik , seperti penipuan , kesehatan / pelanggaran keamanan, dan korupsi . Whistleblower dapat membuat tuduhan secara internal (misalnya, untuk orang lain dalam organisasi dituduh) atau eksternal (untuk regulator, penegak hukum, kepada media atau kepada kelompok-kelompok terkait dengan isu-isu).

Terimakasih atas sharingnya: Akh Khoirurrizqo, Akh Irfan Reza Kurnianto (Alumni FISIP Unsoed dan Sekarang melanjutkan S2 Kajian Stratejik dan Ketahanan Nasional UI) dan Akh Luthon Alfaridhu Humammy (Ketum Kamda Purwokerto)