Ditulis oleh; Agus Supriyadi

Purwokerto, 25 Januari 2011

*****

Kutipan dari kitab ”al mabadi al awaliyah” tentang qowaidul fiqhi..

– man laa yatimul wajib, illa bihi, fahual waajib- artinya “sesuatu hal yang tidak akan tercapai dan terlaksana kewajiban kecuali dengannya, maka hal tersebut menjadi wajib”. 

– al umuru bimaqasidiha- artinya “segala perkara tergantung dari tujuan”. (kita ambil ijma’ ulama suatu amal menjadi sah apa bila memenuhi dua syarat ikhlas dan ittiba’ ila rasul).

– al yaqinu laa yazalu bi syakkin- artinya “sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan karaguan”. contoh seseorang yang pada waktu maghrib sudah wudhu namu menjelang isya dia datang keraguan apakah masih punya wudhu atau sudah batal.

– al masyaqatu tajlibu bit taisiru- artinya “sesuatu hal yang sulit melahirkan kemudahan”.

– adhararu yuzaru- artinya “segala sesuatu yang membahayakan di hilangkan”.

– al ‘adatu muhakamatun- artinya  “suatu adat bisa di jadikan landasn hukum”.

– al ashlu fil asy-yaa’i al ibahah- artinya “hukum asal semua perkara adalah boleh (mubah) , kecuali yang jelas pelarangannya”.

“semua farji adalah haram kecuali yang sudah dinikahi pemiliknya”

-al halalu bayyinun wa alharamu bayyinun- artinya “hukum halal itu sudah jelas, haram juga sudah jelas”

-idza ijtama’a al halalu wa alharamu ghulibat al haramu- artinya “ketika bercampur barang halal dan haram, maka haram yang menang, artinya semuanya menjadi haram”

-dar’u al mafasid muqoddamun ala jalbil masholih- artinya “menghindarkan kerusakan harus lebih didahulukan dibandingkan mendatangkan kebaikan”

-al masyaqqatut tajlibuttaisiir- artinya “kesulitan itu mendatangkan kemudahan”

*****

Jika dari antum wa antunna ada yang mau menambahkan, ana akan merasa senang dan bersyukur sekali😀