Ditulis dan diposting ulang oleh : Agus Supriyadi

Ditulis, Purwokerto, 9 Januari 2010

“Tulisan saya tentang makna militansi ini ternyata disalin dibeberapa web yang lain, tanpa menuliskan nama penulisnya (yaitu saya sendiri), sebenernya agak kecewa juga, tapi tidak mengapa, semoga bermanfaat insya Allah”. – Agus Supriyadi

Bila di search engine dengan google, maka ditemukan web dan blog yang menyalin tulisan ane ini, diantaranya;

1. Klik Website FT UGM

Seorang sahabat bertanya kepada ana melalui sms (yang bertanya itu Akh Evan Ramadhan, S.P);

Apa arti dari MILITANSI??

Apa UKURAN MILITANSI itu??

Apakah ia SELALU PENUH dengan BEBAN AMANAH??

Dari : Sahabat, Faperta 2006.


Bismillah,,

Hmmf, Subhanallah. Membacanya ana langsung menarik nafas panjang dan tersenyum. Luar biasa orang ini, secara proses marhalah dakwah beliau adalah orang yang insya Allah istiqomah dalam menjalankan amanah.  Ada pancaran ruhiyah dan kekuatan tarbiyah. Tak pernah ana mendapatkan pertanyaan seperti itu. Ana bukan kaderisasi kampus ataupun orang penting ditataran Universitas, tapi insya Allah ana cukup dekat dan mengenal dengan saudara-saudara ana, seperjuangan di Unsoed ini.

MAKNA MILITANSI ?

Dalam kamus Bahasa Inggris, Militancy memiliki arti; semangat baja atau semangat berjuang. Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa semangat berharokah adalah keniscayaan dalam berdakwah dan merupakan penggerak cita-cita. Semangatlah yang menggerakan jasad kita untuk tetap berharokah dan beramal.

Militansi merupakan hasil dari kristalisasi idiologi, dia menjadi obsesi yang melebur bersama mimpi seorang jundi (weis,,catet,,). Militansi adalah kemampuan mengkomparasikan seluruh pikir, sikap dan gerak hanya untuk memperjuangkan ide dan prinsip islam. Sehingga seluruh elemen ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah terfokus pada satu azzam, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam.

Militansi merupakan wujud dari konsistensi dan komitmen seorang jundi atau kader dakwah. Seberapa besar kita bertahan dalam dakwah ini, seberapa besar kita dapat bertanggung jawab dalam janji-janji kita sebagai seorang muslim dan seberapa besar pula kita semangat untuk tetap mengharap ridho-Nya. Ridho Allah ‘azza wa jalla, Rabb penggenggam ruh manusia.

UKURAN ?

Militansi TIDAK diukur dari besar dan banyaknya amanah, tidak pula di ukur dari banyaknya seorang jundi mengikutisebuah organisasi.Ukuran militansi itu sejauh mana keikhlasan, kejujuran yang ada pada diri aseorang jundi atau kader dakwah. Keteguhan untuk melaksanakn tugas sebagai seorang muslim dengan sebaik-baiknya. Serta kesiapan melangkah bersama jama’ah dakwah. Kita bisa berkaca pada apa yang telah dilakukan oleh para sahabat dan sohabiah. Para generasi terbaik islam, para muasis dakwah kita.  Allahu Akbar!

BANYAK AMANAH ?

Militansi tidak berarti memikul sebanyak-banyaknya amanah. Tetapi melaksanakan amanah yang sudah ada dengan TUNTAS. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ; “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya…” Q.S Al-Mu’minun [23] : 8. Sehingga, profesionalisme dalam mengemban dan menjalankan amanah merupakan hal yang harus dilakukan. Artinya beban yang diberikan harus sesuai dengan daya pikul kader dan asas pemberdayaan kader secara adil dan merata.

Allah ‘azza wa jalla berfirman ;

“Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui..” Q.S At Taubah [9] : 41

Tidak perlulah kita mencari amanah, atau merasa bangga dengan amanah yang sudah kita emban saat ini. Terkadang kita sendirilah yang dibutakan oleh amanah itu. Mari recovery niat dan semangat kita. Sehingga tidak ada lagi “kader-kader zombi”, TIDAK ada lagi kader dakwah yang berjalan tanpa ruh dan semangat.

SELAMAT MEMPERTEGUH KOMITMEN PADA KEBENARAN  DAN KEADILAN.

BANGKITKAN SEMANGATMU! TUNJUKKAN KOMITMEN MUSLIMMU!!.

“Orang yang tidak memiliki militansi adalah mayat!”

(Hwarang Agus)

Inspirasi : Jazakumulloh khoiron katsiir kepada; Al Akh Rijalul Imam, Akh Agung Mahdi, Akh Priyo Sudiatmoko Al Hafidz, Akh Indra Budi Legowo, Akh Ciptanto , Akh Evan , Ukhti Diah Murtiningsih dan Mba Uchi.

Quantcast