Ditulis oleh; Agus Supriyadi

Bekasi, 8 Februari 2011. Pukul, 13.00 WIB

Issue versus issue (isu dibanting dengan isu) inilah teori yang biasa dilakukan oleh para elit politik kepentingan”.

“Terorisme dan Ahmadiyah seperti sesuatu yang dipelihara sebagai sebuah momentum yang akan memojokkan umat islam serta pengalihan isu yang memang sengaja dibuat. Saat ini berita tidak seimbang. Karena ini moment ,maka akan terus berulang-ulang. Perlu kedewasaan kita umat islam dalam mensikapi setiap peristiwa.Wallahu a’lam”

Psikologis umum masyarakat Indonesia ini ada dua, yang pertama gemar menuntut dan yang kedua gemar memukul rata (mengeneralisir sesuatu). Jadi sangat jelas sekali, masyarakat kita masih sangat mudah terprovokasi dan termakan isu, sekalipun isu murahan.

Coba anda cermati dengan saksama. Setiap kali elit pemerintahan ini sedang dilanda permasalahan kepentingan yang besar, maka isu-isu murahanpun bermunculan dimana-mana. Lalu siapakah yang menjadi korban isu tersebut? tentunya masyarakatlah yang menjadi korban utamanya.

Isu dan berita yang disampaikan oleh media sangat ampuh mencuci otak bagi mereka yang berintelektual dibawah rata-rata.  Kita tidak boleh menutup mata, saat ini televisi telah menjadi media yang sangat efektif untuk membentuk sebuah opini publik. Terlepas  apakah opini tersebut baik atau buruk.

Bangsa ini sungguh dalam keprihatinan yang mendalam, rasanya sudah tidak ada lagi yang bisa kita percayai. Kasus Century, Dana Cek Perjalanan, Kasus Gayus Tambunan, Konflik Ahmadiyah, Pelemahan KPK, Bencana Alam, Pendeta Penghujat Allah, SKB 3 Menteri, Baru-baru ini ada “Gerakan Revolusi PSSI” dan masih banyak segudang masalah yang lainnya.

Permasalahan itu menjadi buyar begitu saja ketika media menyajikan topik yang berbeda. Entah itu corp circle, jenglot, batu ajaib, tuyul yang muncul ditengah masyarakat, kuntilanak berbaju merah, pencurian 24 mayat bayi, UFO dan lain sebagainya. Seakan-akan dengan mudahnya melupakan fokus inti permasalahan bangsa ini.

Bersambung…mata saya udah cape..maaf belum saya tambah lagi tulisannya..