“Memaknai kembali hakikat lembaga dakwah kampus”

Ditulis oleh; Agus Supriyadi. Ahad, 13 Maret 2011. Pukul 18.30 WIB

(Ditulis seusai mengisi TATSQIF LDK Ahad sore)

“Sabtu-ahad full agenda, subhanallah Allahu Akbar!! Sabtu pagi jam 0830 – 1030 ngisi Training Management Organisasi di ROHIS SMK TELKOM Purwokerto, jam 1300 harus sudah standby di Kelurahan Karangwangkal karena ada Upgrading pengurus UKKI 2011 sampai isya. Ahad paginya jam 0800 berangkat ke Bumi Perkemahan Baturaden karena diminta menjadi Koordinator Outbound FKIK dan Fak. Peternakan dalam agenda GO Mentoring lanjutan, sampai jam 1510. Sorenya jam 1600 harus sudah standby di Masjid ArRozi karena mengisi tatsqif dengan persiapan tidak lebih dari 30 menit. Wallahu’alam, rasanya masih semangat-semangat saja, tidak begitu lelah, karena rasa lelah itu sepertinya memang dilibas habis oleh semangat saya. Yakin saja bahwa Allah akan memberikan kesehatan dan kekuatan kepada saya, maka insya Allah”. Allahu Akbar..!! By; Agus Supriyadi Bersemangat Sekalii

Tatsqif kemarin sore, saya refresh ulang dalam bentuk tulisan, jujur saya sangat khawatir peserta tatsqif yang hadir sulit memahami apa yang saya sampaikan. Alasannya sederhana, karena bisa jadi saya terlalu bersemangat, sehingga penyampaian materi kurang jelas dan kurang sistematis.

Jadi saya buat tulisan kecil ini, semoga bisa mencerahkkan ikhwah sekalian. Saya buat per-point agar lebih mudah memahami :) smile up man.

Bismillahirrohmanirrahim ba’da tahmid takbir wa sholawat…

> Kita bergerak dengan energi langit. Energi Assama (langit) itu bernama Al-quran!!

  • Da’wah itu istilah alquran, jadi ketika kita lepas dari inti dan sumber utamanya, kita pun akan lepas dari orbit dan garis edarnya. Kita akan keluar dari track (asholah da’wah) yang sesungguhnya dan kehilangan ruh yang menyebabkan da’wah ini terasa hambar. Sehingga menyebabkan banyak kader da’wah disorientasi tentang makna da’wah yang sesungguhnya. Jika energi dan motivasi kita bukan alquran, maka yakinlah bahwa kelelahan itu akan sering kita rasakan
  • Terkadang kita terlalu pragmatis dan lupa akan energi (motivasi) yang sesungguhnya. ”Wah!! Kader-kader dakwah lagi pada lemes nih. Bakar bakar, bakar bakar” langsung manggil trainer untuk memotivasi
  • Semangat memang, dan takbirpun bergema dengan lantang. ”Bisa!! Bisa!! Kita Bisa!! Allahu Akbar!!” Tapi karena energinya bukan energi langit, maka semangatnya hanya bertahan 6, 7, 8 hari saja
  • Energinya harus energi langit (rabbul izzati, alquran), bukan energi bumi (manusia). Bekalan ruhiyah dan pemahaman dakwah yang baik harus ditanamkan kepada kader-kader dakwah sejak dini, agar kita memiliki kader yang tidak kadaluarsa (pas dauroh yang ikut 100, tapi yang mau jadi pengurus cuma 20, lalu yang 80 kemana?)
  • Era sekarang ini banyak sekali kader merasa menjadi pekerja dakwah. Mereka tidak mendapatkan bekalan-bekalan dalam hal pemenuhan kafa’ah keislaman, selain dari pada kelelahan karena melaksanakan banyak sekali program kerja (proker oriented, orientasinya hanya program kerja saja, bukan bagaimana agar dakwah bisa menyentuh orang lain). Atau lelah karena terlalu banyak rapat, wallahu’alam
  • ”Saya lelah, saya cape, saya seperti dipekerjakan..” tidak sedikit kader yang berucap seperti itu, walaupun tidak sampai ketelinga qiyadah, karena qiyadahnya memang tidak dekat dengan kadernya. Ini masalahnya!
  • Hidupkanlah alquran dihatimu, maka alquran akan hidup di Unsoed-mu. Insya Allah

>Kenapa kita harus memaknai kembali hakikat lembaga dakwah kampus??

  • Hari ini saya melihat masih banyak kader-kader dakwah yang masih bingung dengan makna dakwah itu sendiri. Kenapa harus berdakwah, juga masih bingung. Kenapa harus nempelin leaflet dauroh (misal) itupun masih bingung, untuk apa saya berada di dakwah kampus ini, itupun masih bingung
  • Kader dakwah belum sepenuhnya difahamkan akan makna dakwah yang sesungguhnya, mereka banyak diposisikan sebagai kader yang langsung siap bekerja dan berkontribusi di wajihahnya masing-masing, akhirnya LDF dan LDK tidak ubahnya seperti UKM biasa. Harusnya memabngun pemahaman dakwah itu menjadi suatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh setiap murobbi
  • Kita perlu memaknai kembali hakikat dakwah kampus yang sesungguhnya agar keberkahan dakwah senantiasa melingkupi disetiap amal-amal kita

>SK Da’wah itu dari Allah, bukan dari Presiden SBY, bukan dari Menteri Pendidikan ataupun dari Rektor Unsoed!

  • ”Dan hendaklah ada diantara kamu, segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (3:104)
  • Jadi Surat Keputusannya (SK) tentang berda’wah sudah sangat jelas sekali, bukan dari Presiden, bukan dari Menteri Pendidikan ataupun dari Rektor Unsoed Purwokerto

>Apa makna da’wah yang sesungguhnya??

  • ”Da’watunnas ilallah bilhikmah wal mau ’idzotinl hasanah, hatta yakfuruu bitthooghuut, wa yu’minu billahi liyakhruju min dzulumaatil jaahiliyyah ila nuuril islam”
  • Da’wah adalah; Mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nashihat yang baik, sehingga mereka mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya islam. (16:125, 2:256)
  • ”Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa yang ingkar kepada thogut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (2:256)
  • Mengajak orang lain kepada kebaikan adalah aktivitas da’wah. Ingat ikhwah, alquran memerintahkan kita agar mengajak, jadi selama kita tidak pernah ngajak orang lain kepada kebaikan, maka sesungguhnya kita belum melakukan aktivitas da’wah itu (kata-kata mengajak; ”eh ayo ikut”, ”mari”, ”ayo”, ”yuk” ”dateng ya..” dll)

>Emang keutamaan da’wah itu apa c??

  • ’Adzomuni’amillah, nikmat Allah yang besar
  • Ahsanul a’maala, sebaik-baik amal
  • Muhimmatur rasul, tugas pokok para rasul
  • Alhayaaturrabbaaniyyah, kehidupan yang robbani
  • Lebih baik dari dunia dan seisinya
  • Mendapatkan unta merah, sekarang ini, harga unta merah bisa mencapai milliaran rupiah
  • Jadi berdakwah adalah “Best Job” (Aktivitas yang paling mulia dan paling baik)

>Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri??

  • Ekstrem kanan; ”Tidak boleh berda’wah jika belum khatam kitab tauhid ushul tsalatsah” atau ”Tidak boleh berda’wah jika belum memiliki ilmu, harus berilmu dulu, baru boleh berda’wah!” atau ”Untuk apa antum berda’wah? Celana aja masih isbal!”
  • Ekstream kiri; ”Gua sih udah ngajak, perkara gua, ya gua!” (Mengajak orang lain kepada kebaikan, tetapi dirinya sendiri masih berada pada lingkaran kemaksiatan dan keburukan)
  • Da’wah itu ishlahunnafs (memperbaiki diri) dan ishlahum mujtama’ (memperbaiki orang lain)

>Kader da’wah harus berbangga dengan islam, mereka harus mengenal rabb-nya, rasul-nya dan alquran dengan sangat baik

  • Sudah lama sekali saya melihat bahwa kader dakwah mulai terjangkiti fenomena aneh. Fenomena minder, fenomena tidak percaya diri, fenomena malu karena menjadi anak masjid atau anak LDK
  • Mereka tidak percaya diri saat memakai simbol dan atribut keislaman, mereka malu memakai jaket LDF/ LDK-nya. Padahal tulisan yang tertulis di belakang jaketnya, memiliki muatan-muatan dakwah
  • Ketika ditanya oleh anak kiri atau anak UKM lain; “Heh, elo anak masjid ya?! elo anak LDK ya??!. Sambil minder dan dipenuhi rasa takut, sang kader menjawab; “Mmm, iya saya anak masjid. Mmm, iya c saya anak LDK. Tapi nggak gitu-gitu amat koq..”. Nah! ini. Ini dia fenomena anehnya. Kader Dakwah tidak bangga dengan Islam, Kader Dakwah tidak bangga menjadi Pengurus UKI atau LDF

>Jihad kita belum seberapa ya ikwah..haqqan!

  • Nabi Muhammad SAW ketika beliau menyampaikan risalah da’wah; Dibilang majnun (orang gila), dibilang penyihir, dikatakan sebagai pendusta, berjihad dengan harta dan jiwanya bersama para sahabat sampai berdarah-darah bahkan ada yang terbunuh, merelakan harta-harta mereka untuk da’wah, dilempari kotoran manusia. Sedangkan kita???
  • Diera tahun 80-an, para kader akhwat kita berjuang mati-matian agar para perempuannya diperbolehkan memakai jilbab untuk menjaga aurat dan izzahnya sebagai seorang muslimah. Sedangkan kita???
  • Para muassis (pembuka) da’wah kampus kita dahulu, bahkan ada yang sampai mengorbankan masa akademisnya sampai 7-8 tahun, mereka baru lulus. Seharusnya saat ini kita harus lebih semangat lagi dari para pendahulu kita. Bukan sekedar lulusnya saja yang kita perhatikan, tetapi totalitas dan militansinya dalam amal da’wah dikampus. Jangan sampai kita lebih banyak mengambil sikap masa bodo terhadap urusan-urusan da’wah, ”ah! yang penting gua sukses, cepet lulus, masa depan gua cerah, cepet dapet kerja, perkara da’wah yaa cukup dulu lah toh udah ada penerusnya ini..” Oh ya? Are you sure?
  • Fathi Farhat usia 17 tahun sudah melakukan aksi istisya’diyah (bom syahid) di Palestine. Disana anak-anaknya sudah diajarkan untuk menghafal alquran. Sedangkan kita? terkadang sekedar nempel leaflet Tekad di kampus2 saja sudah males, forward sms untuk Tatsqif saja masih mikir-mikir jumlah pulsa yang terpaiakai berapa rupiah. Padahal alqurannya sama, makanannya juga sama, tapi energinya berbeda! Selayaknya hari ini kita mulai belajar untuk Ber-Jiddiyah dan Taddhiyah dalam amal-amal dakwah kita
  • Ikhwah fillah mari berikan yang terbaik kontribusi kita untuk dakwah ini. Mumpung kita masih diberikan umur oleh Allah, maka janganlah menyia-nyiakannya

>Pesan saya untuk para kader dakwah;

  • Buku adalah jendela dunia. Jangan bosan membaca buku!! Banyak baca, banyak tau. Sedikit baca, biasanya jadi sok tau. Rajin-rajinlah membaca buku, bukan rajin beli dan mengoleksi saja. Buku adalah teman!
  • Rajin-rajinlah kita datang ke majelis ilmu ikhwah. Sungguh! Ilmu kita masih sangat sedikit sekali. Pengetahuan kita tentang islam yang mulia ini masih sangat sedikit sekali
  • Mulailah membangun diskusi-diskusi ilmiah tentang islam, tentang aqidah, tentang fikih, tentang thoharoh, tentang hadist, Ibadah-ibadah mahdhoh atau yang lainnya. Saya lihat 85% Kader Dakwah sangat lemah pada aspek ini. Ketika ditanya oleh orang lain tentang hukum dan kaidah fikiyah, biasanya Kader Dakwah lebih sering menjawab apa adanya, dan sangat apa adanya. Alias asal-asalan
  • Pesan yang lainnya menyusul yaa🙂