-Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik dalam Siroh Nabawiyah-

-Karya : Syaikh Munir Muhammad Al-Ghadban-

Disampaikan Oleh : Fadli Rahman Hamasah, dalam KAPEMI (Kajian Pengurus UKMI Fak. Biologi)

)|(

SEDIKIT MUQODIMAH:

Buku Manhaj Haroki adalah Buku wajib baca bagi Dai dan Aktifis Dakwah (Harokah-Pergerakan)

# (Preview) “Mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi Harokah Islam Kontemporer (Kekinian). Mengupas marhalah demi marhalah pergerakan yang diambil oleh Nabi Muhammad SAW dengan amat memikat, seraya dibedah karakteristiknya, lalu di rekontruksikan ke dalam iklim Harokah (Pergerakan) Islam Modern (Realita yang ada sekarang)”. Rekonstruksi Zaman Nabi –> Kontemporer (Sekarang)

# Kata Pengantar : Sang Murobbi Alm. Ust. Rahmat Abdullah –Allahu Yarham-; “Al-Manhaj Al-Haroki ini ditulis dengan semangat cinta kepada Rasulullah SAW dan Ruhul Jihad yang tinggi dan menggugah”. Penulis berada pada alur yang sama dengan Rasulullah, yaitu Dakwah dan Harokah. Mencintai Nabi –> Memahami Siroh Nabawiyah à Ruhul Jihad wa Dakwah

PENJELASAN DAN TUJUAN MANHAJ HAROKI:

# Al-Manhaj –> Sistem –> Metode –> Kesatuan Gagasan –> Mencapai Tujuan/ Target

# Al-Haroki –> Pergerakan –> Aktivitas –> Syi’ar dan Da’wah –> Jahiliyah –> Cahaya Islam –> Kehidupan yang lebih baik

# Apa itu Manhaj Haroki..?? –> Konsep mengenai langkah-langkah terprogram, sistematis atau manhajiah yang ditempuh Nabi dalam gerakan dakwahnya, semenjak kenabiannya sampai beliau wafat. Dalam rangka menegakkan dinnul Islam (Li Iqaamatuddin). Merupakan taujih Robbani (Arahan Ilahi). Allah yang menuntun Nabi-Nya dalam seluruh langkahnya. Ia tidak Pragmatis. Tidak instan dan spontan terhadap  situasi yang menghadangnya. Selain itu, ia merupakan panduan bagi Gerakan Islam dalam langkah politiknya dalam rangka suksesi agenda ahdaf (tujuan).

# Tujuannya, Untuk apa..?? Dalam rangka menegakkan diinul Islam (Li Iqaamatuddin) –> Demi Tegaknya Diin –>Dinul Islam –> Diin –> Istilah Alquran –> Syariah (Bicara: Keyakinan, Nilai, Norma, Hukum dan UU) –> Iqamatu Daulah Fil Ardh –>Termaktub Alquran & Sunnah

# Harokah mana..?? Semua Harokah Islam –>  Mengacu –> Marhalah –> Nabi Muhammad –>  Berjalan dengan BENAR

# Pembicaraan  seputar Siroh Nabawiyah: ‘Aqidah  –> Periode Manhaj –> Tandzimi – Strukturisasi Sistem Islam –> Politik Islam –> Iqamatu ad-Daulah –> ad-Daulah wa Tatsbiti Da’amiha

PENJELASAN IQAAMATUDDIN:

# Iqaamatuddin diwujudkan secara riil (positif) dalam kehidupan, baik Perorangan –> Masyarakat –> Negara. Terlaksananya Syariat Islam dalam kehidupan masyarakat atau medium geografis

# HUKUM Iqaamatuddin adalah WAJIB atas seluruh umat islam. As Syuro : 13

 “Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah akmi wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah didalamnya. Sangat berat bagi bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama Tauhid dan member petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada)-Nya”. [42:13]

# Tugas seorang manusia: Abid [51:56] dan Khilafah/ Kekuasaan [24:55]

# Nahnu Anshoorullah [61:10-14]

# Kesimpulan –> Semua perintah Allah SWT pada Hakikatnya berada dalam satu kerangka perintah, yakni Iqaamatuddin

 

HAROKAH RASULULLAH:

Gerakan dakwah yang dilakukan Rasulullah terbagi menjadi beberapa periode dan setiap periode mempunyai rentang waktu tersendiri. Bagian penting dari rentang waktu tersebut adalah hasil operasional dakwah dan kemampuannya untuk menghadapi masayarakat yang ada melalui para pendukung, tokoh-tokoh dan wajihah (lembaga)

PERIODE MANHAJ:

Periode Pertama: Sirriyatu ad-Da’wah wa Sirriyatu at-Tandzim. Dimulai dari Bi’tsah Nabawiyah (Pengangkatan sebagai  Nabi) sampai dengan turunnya firman Allah: “Wa andzirna ‘asyiratakal Aqrabi” [Q.S As Syuaro: 42:214] dan firman Allah “Fashda bimaa tu’mar ‘aridh ‘anil musyrik” [Q.S Al Hijr. 15:94]

–  Dalam membangun kaum muslimin, Rasulullah telah memberikan teladan yang wajib dicontoh dalam pembinaan kader –> Rasulullah menekankan pembangunan aqidah pada para shahabat –> Aqidah yang kuat, tidak akan gentar walaupun didera perih penyiksaan yang sangat berat oleh Kaum Kafir Quraisy –> Tidak ada yang murtad satupun –>  Aqidah yang kokoh dan tertanam dalam relung hati –> Tidak ragu akan Janji Rasulullah, akan Pertolongan Allah, akan Syurga Allah

–  Contoh: Sumayyah, Bilal bin Rabah

–> Periode Kedua: Jahriyatu ad-Da’wah wa Sirriyatu at-Tandzim. Berakhir pada tahun ke 10 kenabian

–> Periode Ketiga: Iqomatu ad-Daulah. Pembentukan daulah di Madinah dan berakhir pada awal tahun pertama Hijrah

–> Periode Keempat: Ad-Daulah wa Tatsbiti Da’amiha. Penguatan Negara dan pilar-pilarnya sampai wafatnya Rasulullah

 

TAHAPAN MANHAJ HAROKI:

Tahap Pertama: Pembangunan Kekuatan

–> Menegakkan Qiyadah Rasyidah (Pemimpin dan kepemimpinan yang bijaksana) –> Leadership

–> Pembinaan Qoidah Sholabah (Pendukung Inti) –> Kader dan Perangkatnya

–> Mewujudkan Ardzun Mustaqillah (Wilayah geografi yang merdeka) –> Basis Dakwah

–> Pembinaan Peran serta Umat –> Partisipasi Politik dan Dakwah

 

Tahap Kedua: Konsentrasi Kekuatan

–> Konsolidasi antara Jamaah Islamiyah à Antar Harokah

–> Penegakkan Madinah (Daulah) Islam

Tahap Ketiga: Memperkokoh sendi-sendi Daulah

–> Pelaksanaan Syariat Islam –> Sholat, Puasa dan Zakat

–> Pengokohan Kemampuan Utama –> Tarbiyah Nukhbawiyah

–> Ilmu Pengetahuan (science) dan Teknologi –> ‘Amal Ilmiah

–> Kemampuan Finance –> Ekonomi Keuangan

–> Kemampuan Qital –> Tarbiyah Asykariyah/ Militer

–> Membentuk Opini Dunia –> Isu Global à ‘Amal ‘Ilami

Tahap Keempat: Menghadapi Daulah Musuh

–> Jihad melawan musuh efektif

–> Perjanjian dengan musuh potensif

Tahap Kelima:  Koordinasi dengan Madinah (daulah) Islamiyah lainnya

–> Tukar-menukar duta

–> Kerjasama antar madinah (daulah)

–> Persiapan penegakkan Khilafah Islamiyah

 

Tahap Keenam: Penegakkan Khilafah Islamiyah

–> Pembentukan Khilafah

–> Pemeliharaan Khilafah

Referensi:

  1. Alquran dan Terjemahnya. Syaamil
  2. Buku Manhaj Haroki Jilid 1. Karya: Syaikh Munir Muhammad Al-Ghadban
  3. BPMT – KTPDI