Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena nafsu semata, Maka setiap pasangan akan sering terlibat perselisihan ketika kebutuhan nafsu mereka tak terpuaskan.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena kecantikan / ketampanan fisik semata, Maka setiap pasangan akan berusaha berpaling pada yang lain ketika kecantikan / ketampanan itu telah memudar.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena kekayaannya, Maka setiap pasangan akan berusaha meninggalkan yang lain ketika kemiskinan datang menerpa.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah untuk mendapat keturunan, Maka setiap pasangan akan mencari alasan untuk pergi menjauh ketika si buah hati tak kunjung hadir dalam keluarga mereka.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena punya jabatan dan pangkat yang tinggi, Maka setiap pasangan akan berusaha lari menjauh ketika secara tiba-tiba ia sudah tidak mempunyai jabatan lagi.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena cinta semata, Maka setiap pasangan akan dengan mudahnya berpindah pada hati yang lain dengan mengatasnamakan cinta.

Dan jika tujuan sebuah pernikahan adalah karena semata-mata dengan niat IBADAH kepada Allah untuk mengharapkan RIDHA-NYA, Maka setiap pasangan akan menemukan arti sebuah pernikahan yang sesungguhnya.

Maka tak ada apapun yang pantas dijadikan sandaran di dunia untuk tujuan sebuah pernikahan, kecuali Allah yang akan selalu menjaga hubungan cinta setiap pasangan dalam sebuah bangunan yang berikat pernikahan hakiki. Menuju sebuah masa dimana kita semua akan kembali kepada-Nya. Insya Allah.

Baarokallahulaka, wabaaraka ‘alayka, wa jama’a baynakumaa fii khoiir, spesial teruntuk antum yang sedang berbahagia hatinya menuju mitsaqon gholidzo yang suci (pernikahan-red) dan teruntuk antum yang sedang bersemangat mempersiapkan serta menata diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi dihadapan-Nya. Disaat yang tepat, diwaktu yang tepat. Insya Allah.

Purwokerto, 28 Lovember 2012 | Pukul, 23:23 | Fadli Rahman Hamasah